Tampilkan postingan dengan label Review Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review Film. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Juli 2017

[Bukan Review] Spider-man : Homecoming

Halo pembaca! Akhirnya blog ini update lagi ya, sudah hampir satu tahun gue nggak update. Yah, alasannya karena gue sibuk dengan tugas-tugas dan kegiatan sekolah (bohong, aslinya sih males). Sampai banyak dari temen-temen yang nanyain kapan blog ini akan update lagi. Mereka menunggu, menunggu, dan menunggu (lebay aslik). Sampai akhirnya gue bisa keluar dari zona nyaman gue dan kembali memutuskan untuk mengurus blog ini lagi. Kedepannya blog ini bakal kembali aktif tapi nggak akan rutin seminggu sekali seperti dulu, yang pasti setiap Sabtu malam.

Yak setelah berbulan-bulan nggak nulis, gue jadi bingung mau nulis apa, darimana, kapan, dan dimana. Akhirnya gue memutuskan untuk memulai lagi dengan segmen [Bukan Review] ini. Minggu ini Marvel baru aja merilis film superhero baru, dan itu adalah superhero terfavorit gue. Untuk kalian yang belum tahu bisa baca post lama gue disini :


Sebelumnya gue peringatkan untuk segmen [Bukan Review] ini mengandung beberapa (bahkan banyak) spoiler. Jadi buat kalian yang belum nonton gue saranin selesai baca sampai paragraf ini, tutup browser kalian, dan pergi ke bioskop, mumpung filmnya masih ada.


[SPOILER ALERT!]


Peter Parker kali ini diperankan sama Tom Holland, aktor muda asal Inggris. Setting waktunya kembali mundur, Peter balik lagi ke SMA, Bibi May masih muda. Di SMA ini Peter digambarkan sebagai murid yang cerdas, tapi nggak cupu kayak Spider-man 1. Dia biasa-biasa aja.

Seperti biasa superhero nggak lengkap kalo nggak ada karekter perempuan yang jadi pacarnya. Di film ini yang jadi pasangan Peter adalah karakter baru bernama Liz. Gue juga nggak terlalu paham asal-usul karakter ini, gue belum pernah baca soal Liz ini di komiknya. Yang gue kenal si Michelle yang diperanin sama Zendaya yang di akhir film ngaku sebagai MJ (yang aslinya singkatan dari Mary Jane, atau mungkin ini easter eggs). Gue cukup kaget juga sih, sama akting Zendaya yang beda banget, mengingat setiap kali gue liat dia nongol jadi KC di serial K.C. Undercover di Disney Channel.

Karakter lainnya yaitu Flash Thompson, yang bisa di bilang jadi pem-bully nomer satu Peter di SMA. Gue juga cukup kaget waktu Flash di peranin sama orang spanyol, eh bukan ding, setelah gue googling Tony Rovelori ini orang Amerika, orang tua nya aja yang dari Spanyol. Kalo di komiknya sih Flash ini digambarkan orang Amerika dengan rambut kuning blonde nya. Terus ada lagi Ned Leeds yang jadi sahabat Peter pengganti Harry. Ned ini diperanin sama Jacob, yang di setiap scene kerjaannya nge-lucu. Yang gue tau juga si Ned ini nantinya bakal jadi Hobgoblin, salah satu musuh Spidey, di komiknya sih (easter eggs lagi)

Di film ini gue cukup banyak menemukan easter eggs, selain dua diatas. Terus ada lagi karakter perempuan berambut pirang yang jadi pembawa berita sekolah nya Peter, Betty Brants. Yep! Si sekretaris nya J. Jonah Jameson si CEO Daily Bugles yang muncul di film Spiderman 1, 2, dan 3. Terus si penjahat yang di interogasi Spiderman di tempat parkir itu yang ngakunya punya keponakan. Nah keponakannya itu nggak lain adalah Miles Morales, spidey yang nggantiin Peter di Earth-1610, kalo kalian nggak baca komiknya gue nggak yakin kalian paham sih.

Miles Morales
Film superhero nggak lengkap kalo nggak ada musuhnya kan. Nah di Homecoming ini munculin empat supervillain sekaligus. The Vulture, musuh utamanya yang belakangan jadi bapaknya Liz (ups, spoiler banget), The Shocker yang pake sarung tangan listrik, terus The Thinkerer yang ngebuat alat-alat dari teknologi alien. Kok cuman tiga? Ya, karena satunya cuman nongol sekilas waktu di feri sama di penjara saat credit scene, The Scorpion. Ini juga bisa tanda kebangkitan Sinister Six--organisasi penjahat yang isinya musuh-musuh spidey-- di film selanjutnya.

Yang paling mencolok di film ini tentu aja kostum barunya spidey yang dibuat sama Tony Stark. Yang punya A.I mirip kayak Iron Man, kalo Iron Man punya JARVIS di Spiderman ada "Suit Lady" yang dikasih nama Karen sama Peter. Di kostum ini ada teknologi canggih kayak bisa ngeluarin 500 varian jaring. Banyak banget kan. Terus ada berbagai macam mode di kostum ini, salah satunya Instant Kill Mode yang jatuhnya malah kocak karena ngebuat Peter panik setiap kali Karen nawarin. Terus ada kostum Spider-man 2.0 yang bikin gue nangis saking kerennya, yap kalian nggak salah baca, gue nangis. Tapi akhirnya kostum itu ditolak sama Peter karena dia belum mau masuk Avengers resmi dan masih pengin jadi 'Friendly Neighborhood Spider-man'. Kalo di komiknya satu-satunya kostum yang dikasih Tony Stark itu kostum Iron Spider yang muncul di komik Civil War saat Peter masuk ke tim Tony buat ngelawan Kapten Amerika. Nggak bisa dipungkiri kalo kostum ini jadi daya tarik utama orang buat nonton film Homecoming, tapi gue ngarasa ada yang kurang. Setelah dibantu Karen, di film ini Spidey jarang atau nggak pernah pake kemampuan Spider's Sense-nya. Ituloh, kemampuan sensor bahayanya spidey.

Iron Spider


Film ini adalah film Spidey ke-6. tentunya jadi beban tersendiri buat sutradaranya si Om Jon Watts buat nge-garap film ini. Mengingat film-film pendahulunya yang masih keinget jelas sama gue. Apalagi Spidey versi Om Tobey, jadi Peter Parker itu udah identik sama Tobey. Nah, untuk itu gue sedikit menurunkan standar ekpektasi gue tentang film ini. Kan kasian Om Jon baru kali ini disuruh garap film superhero udah banyak yang bilang jelek. Menurut gue Homecoming ini masuk standar 'good movie', yeah, just good.

Yah, kayaknya cukup deh. Sebenernya masih banyak yang pengin gue ceritain, tapi udah capek. Maklum, udah lama nggak nulis blog (alesan!). 


Selamat Sabtu malam!

Sabtu, 12 November 2016

[Bukan Review] Doctor Strange

Yak! akhirnya gue bisa curi-curi waktu dari jadwal gue yang super padat ini *yaelah*. Seperti biasa anak sekolahan seperti gue kalo nggak sibuk belajar ya sibuk nugas. GILA! ternyata kehidupan SMA begitu kejam, apalagi pake kurikulum 2013. Gue kayak mau mati. Tugas tertulis, tugas praktek, dan tugas-tugas lain yang nggak bisa gue sebutin satu-satu. BUANYAK BANGET! Bahkan hari Sabtu dan Minggu yang seharusnya dipakai liburan, malah dipakai ngerjain tugas. Tapi seperti halnya manusia-manusia lain, gue juga butuh refreshing. Akhirnya gue cabut ke bioskop.

Bersama kedua teman, malam itu, malam Ming... eh, Sabtu malam. Gue berangkat ke bioskop di salah satu mall di Semarang. Kami berangkat selepas maghrib, dan sampai sekitar jam setengah tujuh. Seperti biasa, kami terlambat. Tiket yang diputar jam 7 sudah penuh. Akhirnya kami membeli tiket yang jam 21.20. Inu berarti kami harus menunggu dua jam lebih untuk masuk ke studio, dan bersiap pulang malam.

Dua jam lebih kami habiskan di KFC. Menghabiskan waktu dengan cerita dan tertawa. Ngobrolin apapun, siapapun. Dari temen-temen sekelas, guru-guru, sampai mak-mak kantin. Topik paling ramai ya masalah percintaan. Sayang gue gak bisa cerita banyak soal ini, karena dari lahir gue belum pernah ngerasain pacaran #curhat. Biasanya kalo udah gini, gue cuman jadi pendengar, dan penanya yang rajin. Tanya-tanya, gimana sih pacaran itu? Gak kerasa dua jam udah lewat dan masing-masing dari kami sudah menghabiskan float nya. Saatnya kembali ke bioskop.


[SPOILER ARLERT!]


Doctor Strange bercerita tentang seorang doktor bernama Stephen Strange yang hebat dalam mengoperasi pasien, tetapi sombong. Di awal film udah di perlihatkan kesombongan si Strange. Dokter mana yang sedang operasi malah ngedengerin musik klasik? Cuma Dr. Strange. Tapi suatu ketika, Dr. Strange mengalami kecelakaan lalu lintas dan kehilangan sebagian kemampuan saraf di tangannya. Jadi tangannya jadi tremor gitu. Nah, dari situ dia frustasi dan menghabiskan uangnya untuk menyembuhkan tangannya.

Sampai suatu saat, ketika hartanya semakin menipis, dia diberitahu untuk pergi ke tempat penyembuhan mujarab bernama Kamar-Taj. Ternyata Kamar-Taj adalah tempat pelatihan para penyihir-penyihir yang dipimpin seseorang yang disebut "The Ancient One". Di sana Dr. Strange melakukan latihan untuk mendapatkan kemampuan tangannya lagi.

Di film ini yang jadi mushnya Kaelicus... Kaelicius... apalah itu. Gue lupa. Dia berniat membuka gerbang antar dimensi dan membebaskan Dormammu, penguasa dimensi gelap. Tapi-dengan kepintarannya Dr. Strange bisa ngalahin si Kael dan Dormammu.

Oiya, film superhero Marvel gak lengkap tanpa kehadiran Stan Lee sebagai cameo. Di film ini Stan Lee digambarkan jadi orang tua yang sedang baca koran. Film Marvel juga gak lengkap tanpa credit scene yang bikin penasaran. Penasaran ya? Makanya nonton. ehehehe...

Yah, filmnya bagus. Visual efek nya GILAK! Ada satu scene dimana kota New York dibalik-balik. Sayang gue gak nonton 3D. Buat kalian yang belum nonton, Dr. Strange SANGAT SANGAT SANGAT dianjurkan nonton 3D. Gue SANGAT AMAT MENYESAL nggak nonton 3D.

Nggak kerasa filmnya selesai. 114 menit terasa kurang buat film sebagus ini. Oiya, kemungkinan Dr.Strange bakal muncul lagi di Thor : Ragnarok. Jam 23.18 gue pulang, ini pertama kalinya gue pulang hampir tengah malam. Yah, gue kan anak baik-baik. :)

Selamat Sabtu malam!

Sabtu, 14 Mei 2016

[Bukan Review] Captain America : Civil War

Beberapa minggu ini kelas gue diributkan dengan berbagai macam hal. Yang diributkan macem-macem, kayak isi gado-gado. Ya, makanan lezat yang terdiri dari campuran sayur-sayuran lalu disiram dengan saus kacang yang manis menggoyang lidah. Hmm, gue jadi pengin gado-gado. Percayalah, paragraf ini gue buat semata-mata untuk menambah isi. Biar keliatan banyak gitu postingan nya.

Oke, balik ke topik awal!

Yang diributkan mulai dari pembagian kelompok bis acara Outclass, sampai nilai Ujian Tengah Semester yang mengkhawatirkan. Dari hal-hal penting seperti tentang bagaimana siput berkembang biak, sampai hal-hal yang nggak penting sama sekali seperti siapa guru tercantik di SMA N 6. Sampai pada suatu hari gue memulai sebuah percakapan.

"Eh, habis UTS jalan yuk!", Ajak gue. Padahal waktu itu UTS bahkan belum dimulai.

"Kemana?", Tanya beberapa temen kelas yang antusias.

"Nonton bioskop aja.", jawab gue.

"Nonton apa?"

"Gimana kalo Civil War?", usul gue.

Salah seorang temen cewek tiba-tiba teriak, "AADC 2, aja!"

"Yee, Civil War aja!", balas temen gue yang laki-laki.

"CW!"
"AADC 2!!"
"CW!!"
"AADC 2!!"

*GUE DIEM AJA

"CW!!!"
"AADC 2!!!"

*CIVIL WAR BENERAN.




***




Setelah disepakati bersama (sebenernya enggak). Geng perempuan memilih menonton AADC 2, sedangkan geng laki-laki memilih menonton Civil War. Kedua kubu akhirnya berdamai.

Setelah itu, gue bertanya lagi buat memastikan, jadi enggaknya acara nonton bareng ini. Mengingat acara-acara sebelum ini pasti gagal atau dibatalkan karena nggak ada koordinasi yang bener.
"Jadi mau nonton kapan?", mulai gue.

"Senin aja ya, setelah UTS terakhir.", usul salah satu suara.

"Eh, jangan duit gue belum cair kalo Senin. Rabu aja sehabis Outclass hari Selasa." bantah seseorang lagi.

Gue baru tau kalo anak SMA jaman sekarang menerima uang saku sama seperti orang gajian. Bulanan.

"Senin aja coeg!"
"Rabu aja !!"
"SENIN!!"
"RABU!!"

*GUE DIEM AJA

"SENIN AJA ANJ*NG!!!"
"RABU AJA TA**!!!" biasalah anak laki-laki suka ngomong kasar.

*CIVIL WAR BENERAN.


***


Dan akhirnya, disepakati bersama (sebenernya enggak) untuk nonton pada hari Rabu. Hari-hari berikutnya berlalu seperti biasa. Kami belajar, istirahat, bercanda, membaca buku, mengerjakan UTS, dan mengikuti outclass dengan hati yang riang. Sampai hari yang disepakati, setelah kegiatan outclass seharian, gue dan teman-teman masih diwajibkan masuk seperti biasa, mengikuti pelajaran. Karena berbagai alasan banyak yang absen pada hari itu. Total ada 15 murid yang berangkat dari keseluruhan 38 murid. GILAK! Nggak ada separonya.

Dengan amat terpaksa, acara nonton bareng diundur. Sampai waktu yang tidak ditentukan.

Akhirnya gue dan temen-temen bisa nonton pada hari Sabtu. Karena paginya gue dan temen-temen sekelas ada janji ketemuan di sekolah. Sehabis itu bisa langsung ke bioskop. Setelah pertemuan yang ternyata nggak menghasilkan apa-apa, gue dan beberapa teman akhirnya berangkat ke bioskop. Bayangin dari 10 orang laki-laki yang menyetujui ajakan gue beberapa minggu lalu, hanya 4 orang termasuk gue yang jadi nobar ke bioskop. GILAK! Nggak ada separonya.

Beberapa udah nonton sendiri, beberapa sudah kehabisan uang waktu outclass dan pergi liburan. Maklum waktu itu sedang long weekend. Gue sampai di bioskop sekitar jam 12-an, antre tiket, lalu memilih film dan tempat duduk. Seharusnya perkiraan gue masuk ke bioskop jam 2 siang, karena tiketnya habis gue terpaksa nonton jam 4 sore, dapat seat barisan depan lagi! Lengkap sudah penderitaan hari itu.

--Setelah lima jam menunggu--

[SPOILER ALERT!]



Di awal film, kita sudah disuguhi masa lalu 'Bucky' Barnes a.k.a Winter Soldier yang sedang dicuci otaknya sama organisasi jahat HYDRA. Gue gak bakalan cerita semua isi filmnya sih, karena pasti bakal jadi lama banget.

Inti ceritanya hampir sama sih sama versi komiknya (gue udah baca sih), si Ironman merasa bersalah karena kematian salah satu warga sipil, sedangkan si Capt. nggak rela identitas yang udah dijaga mati-matian dibocorin ke publik. Yah, keren sih filmnya. Si Vision sama Wanda "Scarlet Witch" udah keliatan tanda-tanda cinta, aneh juga mengingat Vision adalah manusia buatan. Kenapa manusia buatan bisa punya rasa cinta? Scott Lang "Ant-man" juga kocak banget walaupun cuman keliatan sebentar. Kemunculan pertama Black Panther yang lompat dari atas gedung juga keren. Adegan Captain America nahan helikopter apa lagi. Adegan waktu si Cap nahan blasternya Ironman pakai tameng sampai keliatan efek cahaya yang keren banget. Yang paling penting adegan waktu pengrekrutan Spider-man sama Tony Stark itu lucu banget. EMANG BENER KALO SPIDERMAN KALI INI BISA DIBILANG "SEMPURNA".

Gue jadi gak sabar buat nonton Spider-Man :Homecoming yang kabarnya si Ironman juga ikut main disitu. Bayangin aja 2 jenius kocak saling bertemu di salah satu film. Gue jadi gak sabar. Emang motivasi gue nonton Civil War ya karena mau liat Spider-man versi asli Marvel ini.

Pokoknya film ini wajib di tonton buat para penggemar The Avengers. Gue dengan sekejap melupakan pegalnya leher waktu nonton. Dalam hati gue bersumpah buat nggak lagi nonton di seat barisan 2 dari depan. Titik.

Akhirnya rencana nobar sukses dijalankan walaupun banyak halangan. Gue nggak tau gimana nasib geng perempuan yang mau nonton AADC 2. Yang penting Civil War selesai, saatnya menunggu Homecoming.


Selamat Sabtu malam.


Sabtu, 29 Agustus 2015

Sepeidelmen!

Sebenernya, dari dulu sampai sekarang gue gak punya cita-cita yang jelas. Gue pernah bercita-cita jadi seorang polisi, sampai pemadam kebakaran, . Gue juga pernah punya cita-cita jadi dokter. Cita-cita yang sekarang gue ragu bakalan kecapai apa enggak. Ngomongin cita-cita, gue jadi keinget kejadian waktu gue masih kecil. Dulu banget.

Waktu itu sekitar tahun 2004-an, gue yang baru berumur 4 tahun ditanya, "Kalo udah besar nanti mau jadi apa dek?" Gue yang masih cadel tanpa pikir panjang ngejawab dengan lantang,

"Pengen jadi Sepeidelmen! "

Tiba-tiba mereka yang nanyain gue tadi ketawa. Nggak tau apa maksud ketawa mereka, gue juga ikutan ketawa. Mereka ketawa, gue ketawa, kita semua ketawa. Belakangan ini gue sadar, saling menertawakan adalah hal yang memalukan.


Tahun itu, gue baru liat film "Spider-man" yang disiarin di TV. Gue suka banget sama superhero yang satu ini. Sampai sekarang gue nge-fans sama superhero ini, walaupun sekarang udah muncul superhero-superhero yang lebih keren. Saking nge-fans nya, kalo gue ditanya kuatan mana antara Hulk--atau superhero lainnya--sama Spider-man gue pasti bakal jawab, "Ya, Spider-man lah!"

Dari film "Spider-man", "Spider-man 2", sampai "Spider-man 3" semuanya keren! Cerita tokoh Peter Parker diceritain dengan jelas mulai si Peter dengan kehidupan SMA-nya yang cupu, jadi fotografer di Daily Bugle--sebenernya ini juga salah satu alasan kenapa gue suka Spider-man (karena dia fotografer)--, pacaran sama Mary Jane, sampai konflik sahabat sama Hary Osborne. Para penjahat juga digambarin dengan keren, Green Goblin yang ternyata ayah sahabatnya sendiri, Dr. Octopus yang udah dianggap guru sama Peter, si penjahat yang terlibat pembunuhan pamannya juga jadi Sandman di "Spider-man 3", Venom yang ternyata saingan Peter Parker di Daily Bugle. Semuanya behubungan. Epic!


Tapi anggapan itu selesai setelah gue nonton "The Amazing Spider-man". Ceritanya diulang dari awal, dan nggak diceritain ke"cupu"annya si Peter Parker. Mary Jane digantiin sama Gwen Stacy, Hary Osborne nggak muncul sama sekali di film ini, cuman ada cerita tambahan tentang ayahnya Peter Parker. Gue kecewa sesaat. Yah, yang bisa ngobatin kekecewaan gue difilm ini efek film yang...

DUARR!!!
KABOOOMMM!!
*SLOW MOTION*
POW!!
KAPOW!!
WOOOSSHHH!!
*SLOW MOTION (lagi)*

Dan kostum baru Spidey yang kerennya bukan main. Kalo gue cewek, pengin rasanya teriak, "Aaaaa, Spidey!!!", selain itu ada juga kejutan baru di film ini, kayak jaring Spider-man keluar gara-gara alat, bukan dari tangan kayak film "Spider-man" dulu. Disini kekuatan Spidey jadi keliatan lebih ilmiah! Kereeeeeenn...

Ini pas adegan slowmo nya.. pengin nonton lagi njirrrr...
Tapi semua itu cuma bertahan sesaat, waktu gue nonton "The Amazing Spider-man 2" lagi-lagi gue ngerasa kecewa. Film superhero apa ini?! Banyak banget hal yang gue bingung di film ini.

Pertama, musuhnya nggak jelas yang mana, sebenernya musuh utama di film ini siapa sih? Judulnya Rise of Electro, tapi begitu Electro mati muncul Harry yang udah jadi Goblin. Terus diakhir film muncul Rhino yang mau bales dendam sama Spider-man. Total ada 3 musuh yang muncul di film ini, gue dibingungkan dengan jalan cerita film ini.


Kedua, sambil nonotn film ini gue mikir, "Sebenernya gue lagi nonton film apa?" Kalo dibilang film superhero kok banyak adegan "kiss"nya, kalo dibilang film romance banyak musuhnya. Gue bingung! Lebih dari 3 kali adegan "kiss" di film ini, yang ngebuat gue berkali-kali bilang, "What the shit! ciuman lagi?!". Haaaaaahhhh.....

Ketiga, hal yang nggak disangka-sangka di akhir film. Gwen Stacy mati. WHAT?!! Terus buat apa "kiss" tadi? Salam perpisahan? Pelengkap film? Gue bingung.

Gue udah nggak peduli dengan efek film yang...

DUARR!!!
KABOOOMMM!!
*SLOW MOTION*
POW!!
KAPOW!!
WOOOSSHHH!!
*SLOW MOTION (lagi)*

#GueKecewaBerat





***


Yah, emang sih gue cuman bisa komentar dan kritik, tapi itukan hak semua penonton. Ini cuman curhatan absurd gue karena kecewa sama The Amazing Spider-man. Tapi.. mau gimana lagi? Gue cuman bisa nunggu buat kelanjutan filmnya. Gimana akhir Harry, gimana nasib Oscorp, dan tentunya gimana nasib Spider-man selanjutnya. 

See You Next Time Spidey!


See You Next Time Readers!

Selamat Sabtu malam!

Sabtu, 04 Juli 2015

Review Film : "Minions"

Rabu tanggal 1 Juli kemarin, sebenernya gue ada acara main bareng temen-temen. Tapi, nggak tau kenapa acara itu dibatalin begitu saja. Gue yang udah terlanjur siap mau nggak mau mengambil keputusan, gue harus jalan sendiri. Gue tetap di rencana awal, yaitu menonton film.

Dari rumah sekitar pukul 12.30, dengan mengenakan kemeja putih kebesaran dan celana jeans, gue berangkat. Sesampainya di mall, gue bergegas ke bioskop, gue belum beli tiket. Sesampainya di bioskop gue langsung antri, sampai akhirya tiba giliran gue. "Film apa kak?", tanya mbak-mbak yang jadi ticket seller-nya. Plis deh mbak, gue masih 15 tahun! Pikir gue dalam hati. Jujur aja, gue orangnya pemalu, super pemalu malah. Gue yakin temen-temen sekolah yang baca kalimat tadi pasti marah-marah dan bilang, "Pemalu apaan?! Nggak tau malu mungkin?!" Serius men! Kalo sendirian gue bahkan nggak akan bicara kalo nggak ditanya, beda cerita kalo ada temen.

Singkat cerita setelah menyebutkan judul film, menentukan jam, memilih tempat duduk, dan membayar, gue dikagetkan dengan teriakan mbak-mbak tadi. Entah itu memang SOPnya atau Si Embak memang nggak bisa ngomong pelan-pelan. "MINIONS, JAM 13.55, SATU TIKET. TERIMAKASIH!!" Gue kaget, dengan perkataan Si Embak itu, gue jadi kaliatan kayak laki-laki-jomlo-nggak-punya-temen-yang-pakai-kemeja-kebesaran. Ya mbak, terimakasih kembali, terimakasih karena telah mempermalukan saya. "Heh", suara hembusan nafas dari mas-mas yang ngantri dibelakang gue, dengan sedikit lirikan gue tau kalo dia nyengir. SIALAN!

Gue iseng, gue pingin tau Si Mas nonton apa. Oh, ternyata Terminator, Heh! apaan itu, nggak ada lucu-lucunya. Nggak seru! pikir gue.

Karena filmnya masih lama, gue memutuskan untuk jalan-jalan dulu. Gue ngerasa banyak yang merhatiin, sampai gue melewati segerombolan anak-anak muda, mungkin sepantaran gue. Mereka ngeliatin gue seolah-olah bertanya "Om-om kantoran darimana nih?". Gue memang norak.

Dan akhirnya tiba saatnya menonton.



Film dibuka dengan animasi-animasi sederhana yang nyeritain asal minion. Jadi, para minion ini dulu berasal dari laut, sesuai dengan teori (lupa namanya) bahwa kehidupan berawal dari laut. Ceritanya, dari awal para minion ini tercipta, mereka sudah mencari-cari makhluk yang mereka anggap berkuasa di suatu wilayah. Mereka sempet ngikutin T-Rex, manusia purba, Dracula, Fir'aun, sampai Napoleon Banoparte. Tapi, setiap kali mereka menemukan 'bos' baru, pasti si 'bos' itu terkena kesialan gara-gara ulah para minion itu sendiri. Sampai akhirnya mereka menemukan gua di antartika dan membuat peradaban.

Sampai bertahun-tahun, para minion akhirnya bosan dengan kehidupan tanpa 'bos' ini. Lalu muncullah seorang... sebuah (mungkin) minion bernama Kevin yang beambisi untuk mencari 'bos' baru. Bersama Stuart dan Bob, si Kevin ini memulai perjalanan untuk mencari 'bos' penjahat baru. Sampai-sampai mereka mendatangi pameran rahasia Villain-Con, dan bertemu Scarlet Overkill, penjahat wanita nomer satu.



Singkatnya, film ini lucu. Ada salah satu scene yang bikin gue ketawa keras. Sebenernya semua scene juga gue anggep lucu banget, tapi gue sedikit jaim karena takut digebukin satu studio kalo ketawa terlalu keras. Yaitu saat Stuart menghipnotis para penjaga mahkota Ratu Elizabeth. Terus waktu Stuart dikasih hadiah gitar listrik sama si Ratu. Gue jadi suka karakter Stuart. Di akhir film, gue dikagetkan dengan satu dialog Bob yang boneka beruangnya, Chip, dikasih mahkota sama si Ratu. Si Bob ngomong "Terimakasih-terimakasih". Gue browsing, ternyata sutradaranya masih punya darah Indonesia.

Pokoknya film ini cocok ditonton sama semua orang. Pulang nonton gue nggak bisa berhenti senyum-senyum sendiri. This is a good movie. Mungkin dengan senyum gue bisa ngerubah image yang tadinya laki-laki-jomlo-nggak-punya-temen-yang-pakai-kemeja-kebesaran jadi laki-laki-jomlo-gila-nggak-punya-temen-yang-pakai-kemeja-kebesaran. Yah, gue cuek aja. Gue membalas semua pandangan aneh tu dengan senyuman, sama seperti gue menutup postingan ini dengan senyuman.

Selamat Sabtu malam! Selamat puasa!

Sabtu, 14 Februari 2015

Review Film : "Doraemon - Stand By Me"

Udah pada nonton Stand By Me? Beberapa minggu yang lalu gue udah nonton. Bukan di bioskop, karena Semarang nggak punya Blitzmegaplex. Ceritanya waktu itu gue baru hari pertama masuk sekolah setelah liburan akhir semester. dan pada akhir jam sekolah, salah satu temen gue tanya "Udah pada liat Stand By Me belum?" Gue jawab, "Belum, emang punya?" "Punya nih, Baru download." Kelanjutan ceritanya tau sendiri lah. Gue ngopy.

Stand By Me.


Menurut gue, film ini keren. Sebanding dengan waktu pengerjaannya yang lama. Grafiknya keren, apalagi kalau ditonton pake efek 3D. Cerita di film ini dengan di serial manga dan anime sedikit beda. Tapi ada beberapa bagian yang ngambil dari serial animenya. Cerita di Stand By Me ini si Nobita masih seperti biasa, dibully dan disiksa sama Giant dan Suneo. Dan Doraemon dikirm dari masa depan dengan misi membahagiakan Nobita. Sebelum misi ini selesai si Doraemon nggak bisa pulang ke masa depan.

Karakter-karakter di film ini rata-rata sama seperti di animenya. Ada Nobita, Doraemon, Sizuka, Giant, Suneo, Dekisugi, adiknya Giant (lupa siapa), Ibu dan Ayah Nobita, dan Ibunya Giant. Karakter yang baru muncul di film ini atau mugkin gue yang baru tau adalah Ayah Sizuka. Entah di komik atau animenya dia belum pernah muncul atau emang gue yang nggak tau.

Ceritanya seru, mengharukan, keren, dan lain sebagainya. Pokoknya kalian harus nonton. HARUS! Tapi nggak harus-harus juga sih. Kalo nggak suka ya nggak apa, kalo nggak ada waktu juga nggak apa. Santai aja. Yah, kalo bisa nonton sih.

Segini aja deh, komentar gue. Emang kalau nonton nggak suka komen banyak-banyak. Gue cuma nikmatin filmnya, dan nge-hargain pembuatnya. Kalian bisa bagi pendapat kalian tentang film ini di komentar. Karena setiap orang berhak berpendapat. Kalian orang kan?

Sekian~